0

INTERNET

Posted by Unknown on 02.20

Pengertian Internet

Internet singkatan dari interconnection-networking. Internet adalah seluruh jaringan komputer yang saling berhubungan. 

Sejarah Internet

Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat di tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon.
Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).
Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.
Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu di tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.
Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.

0

SIRSAK

Posted by Unknown on 00.52 in

SIRSAK

Sirsak, nangka belanda, atau durian belanda (Annona muricata L) adalah tumbuhan berguna yang berasal dari Karibia, Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Di berbagai daerah Indonesia dikenal sebagai nangka sebrang, nangka landa (Jawa), nangka walanda, sirsak (Sunda), nangka buris, nangkelan (Madura), srikaya jawa (Bali), boh lôna (Aceh), durio ulondro (Nias), durian betawi (Minangkabau), serta jambu landa (di Lampung). Penyebutan "belanda" dan variasinya menunjukkan bahwa sirsak (dari bahasa Belanda: zuurzak, berarti "kantung asam") didatangkan oleh pemerintah kolonial Hindia-Belanda ke Nusantara, yaitu pada abad ke-19, meskipun bukan berasal dari Eropa.

0

KETERAMPLAN MENYIMAK

Posted by Unknown on 06.26 in

KETERAMPLAN MENYIMAK

 
A.    Hakikat Menyimak sebagai Aspek Keterampilan Berbahasa
Menyimak merupakan salah satu aspek keterampilan berbahasa yang bersifat reseptif. Kegiatan menyimak selalu kita lakukan setiap hari, baik dalam kehidupan keluarga, lingkungan kerja, lingkungan belajar, maupun di masyarakat pada umumnya. Kegiatan ini bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Pengertian menyimak sangat dekat maknanya dengan mendengarkan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga (2003: 1066), didapati pengertian menyimak yaitu mendengarkan (memperlihatkan) baik-baik apa yang diucapkan atau dibaca orang. Pada sumber yang sama (2003: 251), terdapat pengertian mendengar yaitu dapat menangkap suara (bunyi) dengan telinga. Sadar atau tidak, kalau ada bunyi, alat pendengar kita akan menangkap atau mendengar bunyi-bunyi tersebut. Kita mendengar suara itu tanpa ada unsur kesengajaan. Sementara, yang dimaksud mendengarkan adalah mendengar akan sesuatu dengan sungguh-sungguh.
Dari pengertian masing-masing kata, kita dapat melihat perbedaan antara ketiganya. Proses mendengar terjadi tanpa perencanaan, dengan kata lain datang secara kebetulan. Dalam kegiatan mendengarkan, sudah ada faktor kesengajaan tetapi belum ada pemahaman. Sedangkan dalam menyimak, faktor kesengajaan cukup besar, lebih besar daripada mendengarkan karena dalam kegiatan menyimak ada usaha memahami apa yang disampaikan pembicara. Hal tersebut senada dengan yang dikemukakan oleh Pintamtiyastirin (1983: 11) bahwa menyimak ialah mendengarkan dengan pemahaman atau pengertian bahkan sampai ke tingkat apresiasi.
Menurut Tarigan (2006: 98) kegiatan menyimak dipengaruhi oleh faktor fisik, psikologis, pengalaman, sikap, motivasi, jenis kelamin, lingkungan, dan peran dalam masyarakat. Delapan faktor tersebut di atas turut mempengaruhi kualitas dari kegiatan menyimak yang dilakukan orang pada umumnya. Untuk dapat menyimak dengan baik, seorang penyimak harus berada pada kondisi yang siap simak karena menyimak dengan baik menuntut perhatian, pikiran, penalaran, penafsiran, dan imajinasi. Para penyimak harus memproyeksikan diri mereka ke dalam pikiran pembicara dan berupaya memahami bukan saja yang dikatakan oleh pembicara, melainkan juga apa yang dimaksudkannya.  

2

MAKALAH PSIKOLOGI PENDIDIKAN

Posted by Unknown on 06.53 in

MAKALAH

PENILAIAN DAN MANFAATNYA

Makalah ini dibuat untuk melengkapi tugas mata kuliah Psikologi Pendidikan
Dosen Pengampu: Dra. Hj. Nur Wahyumiani, MA.


Oleh:
       Riski Utami                (12144600007)
     Dewi Istikhomah       (12144600035) 

                                        A1-12

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
 UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

2013

0

PENDIDIKAN PKN SD DALAM KURIKULUM DAN ISI MATERI PKN DI SD

Posted by Unknown on 06.30 in
PENDIDIKAN PKN SD DALAM KURIKULUM DAN ISI MATERI PKN DI SD

A.    PENDIDIKAN PKN SD DALAM KURIKULUM
Kurikulum adalah seperangkat rencana/acuan dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan dalam menyelenggarakan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Kurikulum PKn adalah acuan untuk mewujudkan tujuan pembelajaran Pendidikan Kewarganegeraan yang merangsang siswa untuk memiliki kecakapan berfikir secara kritis, rasional dan kreatif. Di samping itu untuk meningkatkan partisipasi aktif dan rasa tanggungjawab serta membiasakan bertindak cerdas dalam kegiatan masyarakat dalam menanggapi isu-isu kewarganegaraan.
Kemasan kurikuler pendidikan Pancasila secara historis-kurikuler telah mengalami pasang surut (Winataputra:2001). Dalam kurikulum sekolah sudah dikenal, mulai dari Civics tahun 1962, Pendidikan Kewargaan Negara dan Kewargaan Negara tahun 1968, Pendidikan Moral Pancasila tahun 1975, Pendidikan Pencasila dan Kewarganegaraan tahun 1994, dan Pendidikan Kewarganegaraan tahun 2003.
Sementara itu ditetapkan pula bahwa ”Kedalaman muatan kurikulum pada setiap mata pelajaran pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai peserta didik sesuai dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum. Kompetensi yang dimaksud terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan berdasarkan standar kompetensi lulusan. Muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri merupakan bagian integral dari struktur kurikulum pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.”




Copyright © 2009 Dewi_is blog All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.