0

KETERAMPLAN MENYIMAK

Posted by Unknown on 06.26 in

KETERAMPLAN MENYIMAK

 
A.    Hakikat Menyimak sebagai Aspek Keterampilan Berbahasa
Menyimak merupakan salah satu aspek keterampilan berbahasa yang bersifat reseptif. Kegiatan menyimak selalu kita lakukan setiap hari, baik dalam kehidupan keluarga, lingkungan kerja, lingkungan belajar, maupun di masyarakat pada umumnya. Kegiatan ini bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Pengertian menyimak sangat dekat maknanya dengan mendengarkan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga (2003: 1066), didapati pengertian menyimak yaitu mendengarkan (memperlihatkan) baik-baik apa yang diucapkan atau dibaca orang. Pada sumber yang sama (2003: 251), terdapat pengertian mendengar yaitu dapat menangkap suara (bunyi) dengan telinga. Sadar atau tidak, kalau ada bunyi, alat pendengar kita akan menangkap atau mendengar bunyi-bunyi tersebut. Kita mendengar suara itu tanpa ada unsur kesengajaan. Sementara, yang dimaksud mendengarkan adalah mendengar akan sesuatu dengan sungguh-sungguh.
Dari pengertian masing-masing kata, kita dapat melihat perbedaan antara ketiganya. Proses mendengar terjadi tanpa perencanaan, dengan kata lain datang secara kebetulan. Dalam kegiatan mendengarkan, sudah ada faktor kesengajaan tetapi belum ada pemahaman. Sedangkan dalam menyimak, faktor kesengajaan cukup besar, lebih besar daripada mendengarkan karena dalam kegiatan menyimak ada usaha memahami apa yang disampaikan pembicara. Hal tersebut senada dengan yang dikemukakan oleh Pintamtiyastirin (1983: 11) bahwa menyimak ialah mendengarkan dengan pemahaman atau pengertian bahkan sampai ke tingkat apresiasi.
Menurut Tarigan (2006: 98) kegiatan menyimak dipengaruhi oleh faktor fisik, psikologis, pengalaman, sikap, motivasi, jenis kelamin, lingkungan, dan peran dalam masyarakat. Delapan faktor tersebut di atas turut mempengaruhi kualitas dari kegiatan menyimak yang dilakukan orang pada umumnya. Untuk dapat menyimak dengan baik, seorang penyimak harus berada pada kondisi yang siap simak karena menyimak dengan baik menuntut perhatian, pikiran, penalaran, penafsiran, dan imajinasi. Para penyimak harus memproyeksikan diri mereka ke dalam pikiran pembicara dan berupaya memahami bukan saja yang dikatakan oleh pembicara, melainkan juga apa yang dimaksudkannya.  
   
B.     Ragam Menyimak
Secara garis besar, meyimak dibedakan menjadi dua, yaitu:
a.       Menyimak Ekstensif
Menyimak ekstensif (extensive listening) adalah sejenis kegiatan menyimak yang mengenai hal-hal yang lebih umum dan lebih bebas terhadap suatu ujaran, tidak perlu di bawah bimbingan dari seorang guru. Menyimak ekstensif terdiri dari:
1)      Menyimak sosial (social listening) atau menyimak konvensional.
2)      Minyak sekunder (secondery listening)
3)      Menyimak estetik (aesthetic listening)
4)      Menyimak pasif (passive listening)
b.      Menyimak Intensif
Menyimak intensif adalah jenis menyimak yang pelaksanaannya diarahkan pada suatu kegiatan yang lebih diawasi, dikontrol terhadap satu hal tertentu. Menyimak intensif terdiri atas beberapa jenis berikut.
1)      Menyimak kritis (critical listening)
2)      Menyimak kreatif (creative listening)
3)      Menyimak eksploratif
4)      Menyimak introgatif
5)      Menyimak selektif
6)      Menyimak konsentratif (concentrative listening)

C.    Teknik Menyimak
Menurut Brawn (via Iskandarwassid, 2008: 227-228), terdapat delapan proses dalam kegiatan menyimak, yakni sebagai berikut.
1.      Pendengar memproses raw speech dan menyimpan image darinya dalam short term memory. Image ini berisi frasa, klausa, tanda baca, intonasi, dan pola-pola tekanan kata dari suatu rangkaian pembicaraan yang ia dengar.
2.      Pendengar menentukan tipe dalam setiap peristiwa pembicaraan yang sedang diproses. Pendengar, sebagai contoh harus menentukan kembali apakah pembicaraan tadi berbentuk dialog, pidato, siaran radio, dan lain-lain kemudian ia menginterpretasikan pesan yang ia terima.
3.      Pendengar mencari maksud dan tujuan pembicaraan dengan mempertimbangkan bentuk dan jenis pembicaraan, konteks, dan isi.
4.      Pendengar me-recall latar belakang informasi (melalui skema yang ia miliki) sesuai dengan konteks subjek masalah yang ada. Pengalaman dan pengetahuan akan digunakan dalam membentuk hubungan kognitif untuk memberikan interpretasi yang tepat terhadap pesan yang disampaikan.
5.      Pendengar mencari arti literal dari pesan yang ia dengar. Proses ini melibatkan kegiatan interpretasi semantik.
6.      Pendengar menentukan arti yang dimaksud.
7.      Pendengar mempertimbangkan apakah informasi yang ia terima harus disimpan di dalam memorinya atau ditunda.
8.      Pendengar menghapus bentuk pesan-pesan yang telah ia terima. Pada dasarnya, 99% kata-kata dan frasa, serta kalimat yang diterima akan menghilang dan terlupakan.

D.    Tujuan Pembelajaran Menyimak
Semi (1993: 98) mengemukakan bahwa tujuan pembelajaran menyimak pada semua jenjang pendidikan pada dasarnya dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
1.      Persepsi, yakni ciri kognitif dari proses mendengarkan yang didasarkan pemahaman pengetahuan tentang kaidah-kaidah kebahasaan.
2.      Resepsi, yakni pemahaman pesan atau penafsiran pesan yang dikehendaki oleh pembicara.

Bila kedua hal itu dijabarkan lagi maka dapat dikemukakan bahwa tujuan pembelajaran menyimak sebagai berikut.
1.      Siswa memiliki keterampilan mengenai segi kognitif tentang kaidah-kaidah kebahasaan.
2.      Siswa memiliki keterampilan mendengarkan dan mengamati dengan cermat apa yang diucapkan orang kepadanya.
3.      Siswa mampu mengingat hubungan apa yang sudah dan sedang dibicarakan orang kepadanya.
4.      Dapat menghayati dan menangkap bagian-bagian penting suatu pernyataan, sehingga dapat menjawab pertanyaan dengan tepat.
5.      Siswa mampu menghubungkan ide-ide yang berbeda dalam suatu diskusi.


E.     Teknik Pembelajaran menyimak
Tarigan (1986: 52-73)  mengemukakan beberapa macam teknik pembelajaran dalam menyimak, sebagai berikut.
a.       Dengar Ulang Ucap
b.      Dengar Tulis (Dikte)
c.       Dengar Kerjakan
d.      Dengar Terka
e.       Memperluas Kalimat
f.       Menemukan Benda
g.      Simpan Berkata
h.      Bisik Berantai
i.        Menyelesaikan Cerita
j.        Identifikasi Kata Kunci
k.      Identifikasi Kalimat Topik
l.        Menyingkat/Merangkum
m.    Parafrase
n.      Menjawab Pertanyaan

Sumber:
Sunarti & Anggraini, D. (2009). Keterampilan Berbahasa Indonesia: Bahan Ajar Mata Kuliah Bahasa Indonesia 3. Yogyakarta: Universitas PGRI Yogyakarta.


  
                           

0 Comments

Posting Komentar

Copyright © 2009 Dewi_is blog All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.