2
MAKALAH PSIKOLOGI PENDIDIKAN
Posted by Unknown
on
06.53
in
Psikologi Pendidikan
MAKALAH
PENILAIAN DAN MANFAATNYA
Makalah
ini dibuat untuk melengkapi tugas mata kuliah Psikologi Pendidikan
Dosen Pengampu: Dra. Hj. Nur Wahyumiani, MA.
Oleh:
Riski Utami (12144600007)
Dewi Istikhomah (12144600035)
A1-12
A1-12
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan
karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah ini yang
alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “Penilaian dan Manfaatnya”.
Makalah ini berisikan tentang ruang lingkup penilaian dan manfaatnya baik bagi guru, siswa, maupun bagi lembaga/sekolah. Diharapkan setelah membaca makalah ini pembaca dapat lebih mengetahui tentang penilaian dan manfaatnya. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir
kata kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta
dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir semoga Allah SWT senantiasa
meridhoi segala usaha kita, amin.
Yogyakarta,
2 November 2013
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Penyempurnaan
kurikulum adalah salah satu upaya peningkatan mutu pendidikan. Upaya itu
berhasil jika ada perubahan pola kegiatan pembelajaran, dari yang berpusat pada
guru kepada yang berpusat pada siswa, serta orientasi penilaian dari yang
berorientasi diskriminasi siswa kepada yang berorientasi diferensiasi siswa.
Keseluruhan perubahan itu akan menentukan hasil pendidikan. Ketepatan
penilaian yang dilakukan sekolah, terutama yang berkaitan dengan penilaian
kelas, memperlihatkan pencapaian hasil belajar siswa. Penilaian tersebut
mempengaruhi pendekatan, kegiatan, dan sumber belajar.
Penilaian dan
kegiatan pembelajaran bermuara pada penguasaan kompetensi yang diharapkan. Selama ini pelaksanaan penilaian di
kelas kurang mampu menggambarkan kemampuan siswa yang beragam karena cara dan
alat yang digunakan kurang sesuai dan kurang bervariasi. Karena keterbatasan
kemampuan dan waktu, penilaian cenderung dilakukan dengan menggunakan cara dan alat
yang lebih menyederhanakan tuntutan perolehan siswa. Hasil evaluasi
pelaksanaan Kurikulum menunjukkan bahwa penilaian yang dilakukan di kelas
kurang mampu memperlihatkan tuntutan hasil belajar siswa, yaitu:
1.
mengungkapkan pemahamannya dengan
kalimat sendiri secara lisan dan tertulis;
2. mengekspresi
gagasan, khususnya dalam bentuk gambar, grafik, diagram, atau simbol lainnya;
3. mengembangkan
keterampilan fungsional sebagai hasil interaksi dengan lingkungan fisik,
sosial, dan budaya;
4. menggunakan
lingkungan (fisik, sosial, dan budaya) sebagai sumber dan media belajar;
5. membuat
laporan penelitian dan membuat synopsis;
6.
mengembangkan kemampuan bereksporasi dan
mengaktualisasi diri.
Di samping itu,
penilaian dilakukan tidak hanya untuk mengungkapkan hasil belajar ranah
kognitif, tetapi juga diharapkan mampu mengungkapkan hasil belajar siswa dalam lingkup ranah
afektif dan psikomotor.
Diharapkan
penilaian kelas mampu mengatasi permasalahan penilaian yang ada sehingga hasil belajar siswa
dapat dinilai sesuai dengan tuntutan kompetensi. Melihat
dasar permasalahan di atas, maka penulis mencoba membuat makalah dengan
mengakaji tentang penilaian.
B. Rumusan
Masalah
Adapun rumusan masalah sebagai
berikut :
1.
Apa
yang dimaksud dengan penilaian?
2.
Apa
saja tujuan penilaian?
3.
Apa
saja prinsip-prinsip penilaian?
4.
Apa
yang dimaksud dengan penilaian kelas?
5.
Apa
saja ciri-ciri penilaian?
6.
Apa
saja rambu-rambu penilaian kelas?
7.
Apa
saja teknik/cara penilaian?
8.
Bagaimana
alur pelaksanaan penilaian?
9.
Apa
saja manfaat penilaian?
C. Tujuan
Masalah
Adapun tujuan masalah
sebagai berikut :
1.
Untuk mengetahui pengertian penilaian.
2.
Untuk mengetahui tujuan penilaian.
3.
Untuk mengetahui prinsip penilaian.
4.
Untuk mengetahui pengertian penilaian
kelas.
5.
Untuk mengetahui ciri-ciri penilaian
kelas.
6.
Untuk mengetahui rambu-rambu penilaian
kelas.
7.
Untuk mengetahui teknik atau cara
penilaian.
8.
Untuk mengetahui alur pelaksanaan
penilaian.
9.
Untuk mengetahui manfaat penilain.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Evaluasi, Pengukuran, Penilaian, dan Tes
Banyak
dikalangan kita yang masih secara sepintas menganggap sama pengertian
antara evaluasi, pengukuran (measurement), penilaian (assessment), dan tes, tetapi
kalau kita mengkaji semuanya terdapat pengertian yang berbeda. Evaluasi adalah kegiatan
identifikasi untuk melihat apakah suatu program yang telah direncanakan telah
tercapai atau belum, berharga atau tidak, dan dapat pula untuk melihat tingkat
efisiensi pelaksanaannya. Evaluasi berhubungan dengan keputusan nilai (value
judgement). Stufflebeam (Abin Syamsuddin Makmun, 1996) memengemukakan bahwa: educational evaluation is the process of
delineating, obtaining, and providing useful, information for judging decision
alternatif. Dari pandangan Stufflebeam, kita dapat melihat bahwa esensi
dari evaluasi yakni memberikan informasi bagi kepentingan pengambilan
keputusan. Di bidang pendidikan, kita dapat melakukan evaluasi terhadap
kurikulum baru, suatu kebijakan pendidikan, sumber belajar tertentu, atau etos
kerja guru. Pengukuran
(measurement) adalah proses pemberian angka atau usaha memperoleh deskripsi
numerik dari suatu tingkatan di mana seorang peserta didik telah mencapai
karakteristik tertentu. Penilaian
(assessment) adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat
penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil belajar peserta
didik atau ketercapaian kompetensi (rangkaian kemampuan) peserta didik.
Penilaian menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar
seorang peserta didik. Hasil penilaian dapat berupa nilai kualitatif
(pernyataan naratif dalam kata-kata) dan nilai kuantitatif (berupa angka).
Pengukuran berhubungan dengan proses pencarian atau penentuan nilai kuantitatif
tersebut. Tes adalah
cara penilaian yang dirancang dan dilaksanakan kepada peserta didik pada waktu
dan tempat tertentu serta dalam kondisi yang memenuhi syarat-syarat tertentu.
B. Tujuan
Penilaian
1.
Menilai kemampuan individual melalui
tagihan dan tugas tertentu.
2.
Menentukan kebutuhan pembelajaran.
3.
Membantu dan mendorong peserta didik dalam pembelajaran.
4.
Membantu dan mendorong guru untuk
mengajar yang lebih baik.
5.
Menentukan strategi pembelajaran.
6.
Akuntabilitas lembaga.
7.
Meningkatkan kualitas pendidikan.
C. Prinsip
Penilaian
Prinsip
penilaian menurut Permendiknas No 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian
Pendidikan, antara lain:
1. Sahih, berarti
Penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur.
2. Objektif,
berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak
dipengaruhi subjektivitas penilai.
3. Adil, berarti
penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan
khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat,
status sosial ekonomi, dan gender.
4. Terpadu,
berarti penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang tak
terpisahkan dari kegiatan pembelajaran.
5. Terbuka,
berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan
dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan.
6.
Menyeluruh dan
berkesinambungan, berarti penilaian oleh pendidik mencakup semua aspek
kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai, untuk
memantau perkembangan kemampuan peserta didik.
7. Sistematis,
berarti penilaian dilakukan secara terencana dan bertahap dengan mengikuti
langkah-langkah baku.
8. Beracuan
kriteria, berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang
ditetapkan.
9. Akuntabel,
berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi teknik, prosedur,
maupun hasilnya.
D. Pengertian
Penilaian Kelas
Penilaian kelas merupakan suatu kegiatan guru yang terkait
dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar
peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran tertentu. Untuk itu,
diperlukan data sebagai informasi yang diandalkan sebagai dasar pengambilan
keputusan. Keputusan tersebut berhubungan dengan sudah atau belum berhasilnya
peserta didik dalam mencapai suatu kompetensi.
Data yang diperoleh guru selama pembelajaran
berlangsung dapat dijaring dan dikumpulkan melalui prosedur, teknik dan alat
penilaian yang sesuai dengan kompetensi yang akan dinilai. Oleh sebab itu,
penilaian kelas lebih merupakan proses pengumpulan dan penggunaan informasi
oleh guru untuk memberikan keputusan, dalam hal ini nilai terhadap hasil
belajar peserta didik berdasarkan tahapan belajarnya. Dari proses ini,
diperoleh potret/profil kemampuan peserta didik dalam mencapai sejumlah standar
kompetensi dan kompetensi dasar yang tercantum dalam kurikulum.
Penilaian kelas merupakan suatu proses yang
dilakukan melalui langkah-langkah perencanaan, penyusunan alat penilaian,
pengumpulan informasi melalui sejumlah bukti yang menunjukkan pencapaian hasil
belajar peserta didik, pengolahan, dan penggunaan informasi tentang hasil
belajar peserta didik.
Penilaian hasil belajar baik formal maupun informal diadakan dalam suasana
yang menyenangkan, sehingga memungkinkan peserta didik menunjukkan apa yang
dipahami dan mampu dikerjakannya. Hasil belajar seorang peserta didik tidak
dianjurkan untuk dibandingkan dengan peserta didik lainnya, tetapi dengan hasil
yang dimiliki peserta didik tersebut sebelumnya. Dengan demikian peserta didik tidak merasa
dihakimi oleh guru tetapi dibantu untuk mencapai apa yang diharapkan.
E. Ciri
Penilaian Kelas
1.
Belajar
Tuntas
Belajar Tuntas (mastery
learning): peserta didik tidak
diperkenankan mengerjakan pekerjaan berikutnya, sebelum mampu menyelesaikan
pekerjaan dengan prosedur yang benar, dan hasil yang baik. “Jika peserta didik dikelompokkan
berdasarkan tingkat kemampuannya untuk beberapa mata pelajaran dan diajarkan
sesuai dengan karakteristik mereka, maka sebagian besar dari mereka akan
mencapai ketuntasan”. Guru
harus mempertimbangkan antara waktu yang diperlukan berdasarkan karakteristik peserta didik dan waktu yang tersedia di bawah kontrol guru. “Peserta didik yang belajar lambat
perlu waktu lebih lama untuk materi yang sama, mereka dapat berhasil jika
kompetensi awal mereka terdiagnosis secara benar dan mereka diajar dengan
metode dan materi yang berurutan, mulai dari tingkat kompetensi awal mereka”.
2. Otentik
Otentik, yakni memandang penilaian dan pembelajaran secara terpadu,
mencerminkan masalah dunia nyata bukan dunia sekolah menggunakan berbagai cara
dan criteria holistik (kompetensi utuh merefleksikan pengetahuan, keterampilan,
dan sikap) sehingga mudah dipahami oleh peserta didik.
3. Berkesinambungan
Berkesinambungan adalah memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil
terus menerus dalam bentuk Ulangan Harian, Ulangan Tengah Semester, Ulangan
Akhir Semester, dan Ulangan Kenaikan Kelas.
4.
Berdasarkan
kriteria/patokan
Berdasarkan
acuan kriteria/patokan, yakni prestasi kemampuan peserta didik tidak dibandingkan dengan peserta kelompok,
tetapi dengan kemampuan yang dimiliki sebelumnya dan patokan yang ditetapkan. Sehingga jelas terlihat di sini kemajuan kemampuan peserta didik.
5. Menggunakan berbagai cara & alat penilaian
Mengembangkan
dan menyediakan sistem pencatatan serta penilaian yang bervariasi: Tertulis,
Lisan, Produk, Portofolio, Unjuk Kerja, Proyek, Pengamatan, dan Penilaian diri.
F. Rambu-Rambu
Penilaian Kelas
1.
Kriteria
Penilaian Kelas
a)
Validitas
Validitas berarti menilai apa yang seharusnya dinilai dengan menggunakan
alat yang sesuai untuk mengukur kompetensi. Dalam menyusun soal sebagai alat
penilaian perlu memperhatikan kompetensi yang diukur, dan menggunakan bahasa
yang tidak mengandung makna ganda. Misal, dalam
pelajaran bahasa Indonesia, guru ingin menilai kompetensi berbicara. Bentuk penilaian valid jika menggunakan tes lisan. Jika
menggunakan tes tertulis penilaian tidak valid.
b)
Reliabilitas
Reliabilitas berkaitan dengan konsistensi (keajegan) hasil penilaian.
Penilaian yang reliable (ajeg) memungkinkan perbandingan yang reliable
dan menjamin konsistensi. Misalnya guru menilai suatu proyek, penilaian akan
reliabel jika hasil yang diperoleh itu cenderung sama bila proyek itu dilakukan
lagi dengan kondisi yang relatif sama. Untuk menjamin penilaian yang reliabel
petunjuk pelaksanaan proyek dan penskorannya harus jelas.
c)
Terfokus pada kompetensi
Penilaian harus terfokus pada kompetensi dasar yang ingin dicapai.
d)
Keseluruhan/Komprehensif
Penilaian harus menyeluruh dengan menggunakan beragam cara dan alat untuk
menilai beragam kompetensi peserta didik, sehingga tergambar profil kompetensi peserta didik.
e)
Objektivitas
Penilaian harus dilaksanakan secara obyektif. Untuk itu, penilaian harus
adil, terencana,
berkesinambungan, dan menerapkan kriteria yang jelas
dalam pemberian skor.
f)
Mendidik
Penilaian dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran bagi guru dan
meningkatkan kualitas belajar bagi peserta didik.
2.
Prinsip
Penilaian Kelas
Dalam melaksanakan
penilaian, guru sebaiknya:
- Memandang
penilaian dan kegiatan pembelajaran secara terpadu, sehingga penilaian berjalan
bersama-sama dengan proses pembelajaran.
- Mengembangkan
tugas-tugas penilaian yang bermakna, terkait langsung dengan kehidupan nyata.- Mengembangkan strategi yang mendorong dan memperkuat penilaian sebagai cermin diri.
- Melakukan berbagai strategi penilaian di dalam program pembelajaran untuk menyediakan berbagai jenis informasi tentang hasil belajar peserta didik.
- Mempertimbangkan berbagai kebutuhan khusus peserta didik.
- Mengembangkan dan menyediakan sistem pencatatan yang bervariasi dalam pengamatan kegiatan belajar peserta didik.
- Menggunakan cara dan alat penilaian yang bervariasi. Penilaian kelas dapat dilakukan dengan cara tertulis, lisan, produk, portofolio, unjuk kerja, proyek, dan pengamatan partisipasi peserta didik dalam proses pembelajaran sehari-hari sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai.
- Melakukan Penilaian kelas secara berkesinambungan terhadap semua Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas.
- Mengadakan ulangan harian bila sudah menyelesaikan satu atau beberapa indikator. Dengan demikian tidak perlu menunggu menyelesaikan 1 KD, karena ruang lingkupnya besar. Pelaksanaan ulangan harian dapat dilakukan dengan penilaian tertulis, penilaian lisan, penilaian unjuk kerja, atau bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik materi atau kompetensi yang dinilai. Ulangan tengah semester dilakukan bila telah menyelesaikan beberapa kompetensi dasar dipertengahan semester, sedangkan ulangan akhir semester dilakukan setelah menyelesaikan semua kompetensi dasar semester bersangkutan. Ulangan kenaikan kelas dilakukan pada akhir semester genap dengan menilai semua kompetensi dasar semester ganjil dan genap, dengan penekanan pada kompetensi dasar semester genap. Guru menetapkan tingkat pencapaian kompetensi peserta didik berdasarkan hasil belajarnya pada kurun waktu tertentu (akhir semester atau akhir tahun).
G. Teknik/Cara
Penilaian
1.
Penilaian
Kinerja (performance),
Penilaian
kinerja dimaksudkan untuk mengetahui tingkat kinerja siswa. Penilaian kinerja
dilakukan melalui pengamatan. Kinerja yang dapat diamati seperti: bermain
peran, memainkan alat musik, bernyanyi, membaca puisi/deklamasi, menggunakan
peralatan laboratorium, mengoperasikan suatu alat, dan lain-lain. Alat
pengamatan yang digunakan dapat berupa daftar cek (checklist) ataupun skala rentang (rating scale).
2.
Penilaian
Sikap
Sikap terdiri dari tiga komponen, yakni: komponen afektif (perasaan),
komponen kognitif (keyakinan), dan komponen konatif (kecenderungan berbuat) .
Objek sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran berbagai mata
pelajaran adalah:
·
Sikap terhadap
subjek
·
Sikap positif
terhadap belajar
·
Sikap positif
terhadap diri
·
Sikap terhadap
seseorang yang berbeda
· Teknik
penilaian sikap dapat berupa: observasi perilaku, pertanyaan langsung, dan
laporan pribadi. Observasi perilaku di sekolah dapat dilakukan dengan
menggunakan buku catatan khusus tentang kejadian-kejadian berkaitan dengan
peserta.
3.
Penilaian
Tertulis (paper and
pencil test)
Penilaian secara tertulis dilakukan dengan tes
tertulis. Dalam menjawab soal siswa tidak selalu merespon dalam bentuk menulis
jawaban tetapi dapat juga dalam bentuk yang lain, seperti memberi tanda,
mewarnai, menggambar dan lain sebagainya.
Dalam
mengembangkan instrumen penilaian ini, guru perlu mencermati kesesuian antara
soal (materi) dengan indikator pada kurikulum. Selain itu, rumusan soal atau
pertanyaan (konstruksi) harus jelas dan tegas. Rumusan soal tidak menggunakan
kata/kalimat (bahasa) yang menimbulkan penafsiran ganda.
4.
Penilaian
Proyek
Penilaian proyek adalah penilaian terhadap suatu
tugas (suatu investigasi sejak dari perencanaan, pengumpulan data,
pengorganisasian, pengolahan dan penyajian data) yang harus diselesaikan dalam
periode/waktu tertentu. Penilaian ini dimaksudkan untuk mengetahui pemahaman
dan pengetahuan dalam bidang tertentu, kemampuan siswa mengaplikasikan
pengetahuan tersebut dalam penyelidikan tertentu, dan kemampuan siswa dalam
menginformasikan subyek tertentu secara jelas.
Penilaian
cara ini dapat dilakukan terhadap perencanaan, proses selama pengerjaan tugas,
dan hasil akhir proyek. Dalam penilaian ini guru perlu menetapkan hal-hal atau
tahapan yang perlu dinilai, seperti penyusunan
desain, pengumpulan data, analisis data,
kemudian menyiapkan laporan tertulis.
Laporan tugas atau hasil penelitiannya
juga dapat disajikan dalam bentuk poster.
Pelaksanaan penilaian ini dapat
menggunakan alat/instrumen penilaian berupa daftar cek (checklist) ataupun skala rentang (rating scale).
5.
Penilaian Produk
Penilaian produk
meliputi penilaian terhadap kemampuan siswa membuat produk-produk teknologi dan seni, seperti:
makanan, pakaian, hasil karya seni (patung, lukisan,
gambar), barang-barang terbuat dari kayu, keramik, plastik, dan logam. Pada
umumnya pengembangan produk meliputi 3 (tiga) tahap dan dalam setiap tahapan
perlu diadakan penilaian.
Penilaian Tahap
persiapan, meliputi: menilai kemampuan siswa merencanakan, menggali, dan mengembangkan gagasan, dan mendesain produk. Penilaian tahap
pembuatan (produk), meliputi: menilai kemampuan siswa menyeleksi dan menggunakan bahan, alat, dan teknik. Penilaian tahap penilaian (appraisal), meliputi:
menilai kemampuan siswa membuat produk
sesuai kegunaannya dan memenuhi
kriteria keindahan.
6.
Penilaian Portofolio
Penilaian
Portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan
informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan siswa dalam satu periode
tertentu. Portofolio dapat memperlihatkan perkembangan kemajuan belajar siswa
melalui karya siswa, antara lain: karangan, puisi, surat, komposisi, musik,
penelitian, dan lain-lain.
Dalam mengembangkan penilaian
portofolio, guru perlu melakukan hal-hal berikut.
·
Menjelaskan
maksud penggunaan portofolio.
·
Menentukan
bersama siswa sampel-sampel portofolio apa saja yang akan dibuat.
·
Mengumpulkan
dan simpanlah karya-karya setiap siswa dalam satu map/folder/wadah.
· Memberi tanggal
pembuatan pada setiap bahan informasi perkembangan siswa sehingga dapat
terlihat perbedaan kualitas dari waktu ke waktu.
· Menentukan
kriteria penilaian sampel-sampel portofolio siswa beserta pembobotannya bersama
para siswa agar dicapai kesepakatan.
·
Meminta siswa
menilai karyanya secara berkesinambungan.
· Setelah suatu
karya dinilai dan ternyata nilainya belum memuaskan, memberi kesempatan kepada
siswa untuk memperbaiki lagi.
·
Bila perlu,
menjadwalkan pertemuan untuk membahas portofolio.
7.
Penilaian Diri
Teknik penilaian diri dapat
digunakan dalam berbagai aspek penilaian, yang berkaitan dengan kompetensi
kognitif, afektif, dan psikomotor. Dalam menerapkan penilaian diri ini, guru
perlu melakukan hal-hal berikut.
·
Menentukan
kompetensi atau aspek kemampuan yang akan dinilai.
·
Menentukan
kriteria penilaian yang akan digunakan.
·
Merumuskan
format penilaian, dapat berupa pedoman penskoran, daftar tanda cek, atau skala rentang.
·
Meminta siswa
untuk melakukan penilaian diri.
·
Mendorong siswa
supaya senantiasa melakukan penilaian diri secara cermat dan objektif.
H.
Alur Pelaksanaan Penilaian
1.
Menetapkan Indikator
2.
Memetakan SK,
KD, Indikator
3.
Menetapkan
teknik penilaian
4.
Membuat alat
penilaian dan penskoran
I. Manfaat
Penilaian
1.
Manfaat penilaian bagi guru
- Dengan melaksanakan penilaian, guru akan memperoleh data tentang kemajuan belajar siswa.
- Guru akan mengetahui apakah materi yang diajarkannya sudah sesuai atau tidak dengan kemampuan siswa sehingga dapat dijadikan pertimbangan untuk menentukan materi pelajaran selanjutnya.
- Dengan melaksanakan penilaian guru akan dapat mengetahi apakah metode mengajar yang digunakannya sudah sesuai atau tidak.
- Hasil penilaian dapat dimanfaatkan guru untuk merlaporkan kemajuan belajar siswa kepada orang tua/wali siswa.
- Dengan melaksanakan penilaian, guru akan memperoleh data tentang kemajuan belajar siswa.
- Guru akan mengetahui apakah materi yang diajarkannya sudah sesuai atau tidak dengan kemampuan siswa sehingga dapat dijadikan pertimbangan untuk menentukan materi pelajaran selanjutnya.
- Dengan melaksanakan penilaian guru akan dapat mengetahi apakah metode mengajar yang digunakannya sudah sesuai atau tidak.
- Hasil penilaian dapat dimanfaatkan guru untuk merlaporkan kemajuan belajar siswa kepada orang tua/wali siswa.
2.
Manfaat penilaian bagi siswa
- Hasil penilaian
dapat menjadi pendorong siswa agar belajar lebih giat.
- Hasil penilaian dapat dimanfaatkan siswa untuk mengetahui kemajuan
belajarnya.
- Hasil penilaian merupakan data tentang apakah cara belajar yang
dilaksanakannya sudah
tepat atau belum.
tepat atau belum.
3.
Manfaat Penilaian bagi Lembaga/Sekolah
- Hasil penilaian dapat dimanfaatkan sekolah untuk mengetahui apakah kondisi belajar mengajar yang dilaksanakan sekolah sudah sesuai dengan harapan atau belum.
- Hasil penilaian merupakah data yang dapat dimanfaatkan sekolah untuk merencanakan pengembangansekolah pada masa yang akan datang.
- Hasil penilaian merupakan bahan untuk menetapkan kebijakan dalam upaya meningkatkan kualitas sekolah.
- Hasil penilaian dapat dimanfaatkan sekolah untuk mengetahui apakah kondisi belajar mengajar yang dilaksanakan sekolah sudah sesuai dengan harapan atau belum.
- Hasil penilaian merupakah data yang dapat dimanfaatkan sekolah untuk merencanakan pengembangansekolah pada masa yang akan datang.
- Hasil penilaian merupakan bahan untuk menetapkan kebijakan dalam upaya meningkatkan kualitas sekolah.
BAB III
PENUTUP
Ø
Kesimpulan
Banyak dikalangan kita yang masih secara sepintas menganggap sama
pengertian antara evaluasi, pengukuran (measurement), penilaian (assessment), dan
tes, tetapi kalau kita mengkaji semuanya terdapat pengertian yang berbeda. Evaluasi adalah kegiatan
identifikasi untuk melihat apakah suatu program yang telah direncanakan telah
tercapai atau belum, berharga atau tidak, dan dapat pula untuk melihat tingkat
efisiensi pelaksanaannya. Evaluasi berhubungan dengan keputusan nilai (value
judgement). Stufflebeam (Abin Syamsuddin Makmun, 1996) memengemukakan bahwa: educational evaluation is the process of
delineating, obtaining, and providing useful, information for judging decision
alternatif. Dari pandangan Stufflebeam, kita dapat melihat bahwa esensi
dari evaluasi yakni memberikan informasi bagi kepentingan pengambilan
keputusan. Di bidang pendidikan, kita dapat melakukan evaluasi terhadap
kurikulum baru, suatu kebijakan pendidikan, sumber belajar tertentu, atau etos
kerja guru. Pengukuran
(measurement) adalah proses pemberian angka atau usaha memperoleh deskripsi
numerik dari suatu tingkatan di mana seorang peserta didik telah mencapai
karakteristik tertentu. Penilaian
(assessment) adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat penilaian
untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil belajar peserta didik atau
ketercapaian kompetensi (rangkaian kemampuan) peserta didik. Penilaian menjawab
pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar seorang peserta
didik. Hasil penilaian dapat berupa nilai kualitatif (pernyataan naratif dalam
kata-kata) dan nilai kuantitatif (berupa angka). Pengukuran berhubungan dengan
proses pencarian atau penentuan nilai kuantitatif tersebut. Tes adalah cara penilaian yang
dirancang dan dilaksanakan kepada peserta didik pada waktu dan tempat tertentu
serta dalam kondisi yang memenuhi syarat-syarat tertentu. Sesuai
dengan tujuan tersebut, penilaian menuntut guru agar secara langsung atau tak
langsung mampu melaksanakan penilaian dalam keseluruhan proses pembelajaran.
Untuk menilai sejauhmana siswa telah menguasai beragam kompetensi, tentu saja
berbagai jenis penilaian perlu diberikan sesuai dengan kompetensi yang akan
dinilai, seperti unjuk kerja/kinerja (performance), penugasan (proyek), hasil
karya (produk), kumpulan hasil kerja siswa (portofolio), dan penilaian tertulis
(paper and pencil test). Jadi, tujuan penilaian adalah memberikan masukan
informasi secara komprehensif tentang hasil belajar peserta didik, baik dilihat
ketika saat kegiatan pembelajaran berlangsung maupun dilihat dari hasil
akhirnya, dengan menggunakan berbagai cara penilaian sesuai dengan kompetensi
yang diharapkan dapat dicapai peserta didik.
DAFTAR PUSTAKA
PERMENDIKNAS No.20
Tahun 2007. 2007. Standar Penilaian
Pendidikan. Jakarta: Depdiknas.
http://suryaningsih2020.blogspot.com/2013/01/manfaat-fungsi-dan-prinsip-penilaian.html/, diakses 2 November 2013/10:19
http://ardanayudhistira.blogspot.com/2012/02/penilaian-kelas.html/, diakses 3 November 2013/9:29
http://sumberbelajarangga.wordpress.com/2012/12/10/macam-macam-teknik-penilaian-hasil-belajar/, diakses 3 November 2013/10:3
http://gurusaja.blogspot.com/2012/07/manfaat-penilaian-pembelajaran.html/, diakses 3 November 2013/10:46
http://bioners.wordpress.com/2013/03/14/teknik-teknik-penilaian/, diakses 3 November 2013/ 11:44
http://anaznasory.blogspot.com/2013/05/makalah-penilaian-hasil-belajar.html/, diakses 18 November
2013/19:06
untuk mendownload file docx nya silahkan klik disini
untuk mendownload file docx nya silahkan klik disini



