0

HAKIKAT KETERAMPILAN BERBAHASA

Posted by Unknown on 06.04 in

HAKIKAT
KETERAMPILAN BERBAHASA
 
A.    PENGERTIAN KETERAMPILAN BERBAHASA

Keterampilan berbahasa adalah keterampilan seseorang untuk mengungkapkan “sesuatu” dan memahami “sesuatu” yang diungkapkan oleh orang lain dengan media bahasa, baik secara lisan maupun tulisan.
Keterampilan berbahasa  merupakan sesuatu yang penting untuk dikuasai setiap orang. Dalam suatu masyarakat, setiap orang saling berhubungan dengan orang lain dengan cara berkomunikasi. Tidak dapat dipungkiri bahwa keterampilan berbahasa adalah salah satu unsur penting yang menentukan kesuksesan mereka  dalam berkomunikasi.

B.     MANFAAT KETERAMPILAN BERBAHASA

Dapat dibayangkan apabila kita tidak memiliki kemampuan berbahasa. Kita tidak dapat mengungkapkan pikiran, tidak dapat mengekspresikan perasaan, dan tidak dapat melaporkan fakta-fakta yang kita amati. Di pihak lain, kita tidak dapat memahami pikiran, perasaan, gagasan, dan fakta yang disampaikan oleh orang kepada kita.
Ketarampilan berbahasa bermanfaat dalam melakukan interaksi dan komunikasi dalam masyarakat. Banyak profesi dalam kehidupan bermasyarakat yang keberhasilannya, antara alain bergantung pada tingkat keterampilan berbahasa yang dimiliki seseorang, misalnya profesi sebagai guru, manajer, jaksa, hakim, pengacara, wartawan, dan lain-lain.
  
C.     ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA

Keterampilan berbahasa (language skills) mencakup empat keterampilan berikut.
1.      Keterampilan menyimak (listening skills)
2.      Keterampilan berbicara (speaking skills)
3.      Keterampilan membaca (reading skills)
4.      Keterampilan menulis (writing skills)
Keempat keterampilan berbahasa tersebut saling berkait satu sama lain, sehingga untuk mempelajarai salah satu keterampilan berbahasa, beberapa keterampilan berbahasa lainnya juga akan terlibat.
Tabel 1:  Empat Aspek Keterampilan Berbahasa
Ciri-ciri
Lisan
Tulisan
Reseptif
Mendengarkan
Membaca
Produktif
Berbicara
Menulis

Dalam memperoleh keterampilan berbahasa biasanya kita akan melalui suatu hubungan urutan yang teratur: mula-mula, pada masa kecil, kita belajar menyimak/mendengarkan bahasa, kemudian berbicara, membaca, dan menulis. Dalam demikian, rangkaian pemerolehan keterampilan berbahasa yaitu keterampilan menyimak, berbicara, membaca, kemudian menulis.

1.      Keterampilan menyimak (listening skills)
Menyimak merupakan salah satu jenis keterampilan berbahasa ragam lisan yang bersifat reseptif. Dengan demikian, menyimak tidak sekedar kegiatan mendengarkan tetapi juga memahaminya. Ada dua jenis situasi dalam menyimak, yaitu menyimak secara interaktif dan menyimak secara noninteraktif. Menyimak secara interaktif terjadi dalam percakapan tatap muka dan percakapan di telepon atau sejenisnya. Sedangkan menyimak noninteraktif terjadi saat mendengarkan radio, TV, film, khotbah, atau menyimak dalam acara-acara seremonial.
Dalam keterampilan menyimak, kita harus menguasai keterampilan mikro diantaranya:
a.       menyimpan/mengingat unsur bahasa yang didengar menggunakan daya ingat jangka pendek (short-term memory);
b.      berupaya membedakan bunyi-bunyi yang membedakan arti dalam bahasa target;
c.       menyadari adanya bentuk-bentuk tekanan dan nada, warna suara, intonasi, dan adanya reduksi bentuk-bentuk kata;
d.      membedakan dan memahami arti kata-kata yang didengar;
e.       mengenal bentuk-bentuk kata khusus (typical word-order patterns);
f.       mendeteksi kata-kata kunci yang mengidentifikasi topik dan gagasan;
g.      menebak makna kata dari konteks;
h.      mengenal kelas-kelas kata (grammatical word classes);
i.        menyadari bentuk-bentuk dasar sintaksis;
j.        mengenal perangkat kohesif (recognize cohesive devices);
k.      mendeteksi unsur-unsur kalimat seperti subjek, predikat, objek, preposisi, dan unsur-unsur lainnya.

2.      Keterampilan berbicara (speaking skills)
Berbicara merupakan salah satu jenis keterampilan berbahasa ragam lisan yang bersifat produktif. Sehubungan dengan keterampilan berbicara ada tiga jenis situasi berbicara, yaitu interaktif, semiinteraktif, dan noninteraktif.
Dalam keterampilan berbicara, kita harus menguasai keterampilan mikro diantaranya:
a.       mengucapkan bunyi-bunyi yang berbeda secara jelas sehingga pendengar dapat membedakannya;
b.      menggunakan tekanan dan nada serta intonasi yang jelas dan tepat sehingga pendengar dapat memahami apa yang diucapkan pembicara;
c.       menggunakan bentuk-bentuk kata, urutan kata, serta pilihan kata yang tepat;
d.   menggunakan register atau ragam bahasa yang sesuai terhadap situasi komunikasi, termasuk sesuai ditinjau dari hubungan antara pembicara dan pendengar;
e.       berupaya agar kalimat-kalimat utama (the main sentence constituents) jelas bagi pendengar;
f.        berupaya mengemukakan ide-ide atau informasi tambahan guna menjelaskan ide-ide utama;
g.       berupaya agar wacana berpautan secara selaras sehingga pendengar mudah mengikuti pembicaraan. 

3.      Keterampilan membaca (reading skills)
Membaca merupakan salah satu jenis keterampilan berbahasa ragam tulis yang bersifat reseptif. Keterampilan membaca dapat dikembangkan secara tersendiri, terpisah dari keterampilan menyimak dan berbicara. Tetapi, pada masyarakat yang memiliki tradisi literasi yang telah berkembang, sering kali keterampilan membaca dikembangkan secara terintegrasi dengan keterampilan menyimak dan berbicara.
Dalam keterampilan membaca, kita harus menguasai keterampilan mikro diantaranya:
a.       mengenal sistem tulisan yang digunakan;
b.      mengenal kosakata ;
c.       menentukan kata-kata kunci yang mengidentifikasikan topik dan gagasan utama;
d.      menentukan makna-makna kata, termasuk kosakata split, dari konteks tertulis;
e.       mengenal kelas kata gramatikal: kata benda, kata sifat, dan sebagainya;
f.       menentukan konstituen-konstituen dalam kalimat, seperti subjek, predikat, objek, dan preposisi;
g.      mengenal bentuk-bentuk dasar sintaksis;
h.      merekonstruksi dan menyimpulkan situasi, tujuan-tujuan, dan partisipan;
i.        menggunakan perangkat kohesif leksikal dan gramatikal guna menarik kesimpulan-kesimpulan;
j.    menggunakan pengetahuan dan perangkat-perangkat kohesif leksikal dan gramatikal untuk memahami topik utama atau informasi utama;
k.      membedakan ide utama dari detail-detail yang disajikan;
l.      menggunakan strategi membaca yang berbeda terhadap tujuan-tujuan membaca yang berbeda, seperti skimming untuk mencari ide-ide utama atau melakukan studi secara mendalam. 

4.      Keterampilan menulis (writing skills)
Menulis merupakan salah satu jenis keterampilan berbahasa ragam tulis yang bersifat produktif. Menulis dapat dikatakan keterampilan berbahasa yang paling rumit di antara jenis-jenis keterampilan berbahasa lainnya. Ini karena menulis bukanlah sekedar menyalin kata-kata dan kalimat-kalimat; melainkan juga mengembangkan dan menuangkan pikiran-pikiran dalam suatu struktur tulisan yang teratur.
Dalam keterampilan menulis, kita harus menguasai keterampilan mikro diantaranya:
a.       menggunakan ortografi dengan benar, termasuk disini penggunaan ejaan;
b.      memilih kata yang tepat;
c.       menggunakan bentuk kata dengan benar;
d.      mengurutkan kata-kata dengan benar;
e.       menggunakan struktur kalimat yang tepat dan jelas bagi pembaca;
f.       memilih genre tulisan yang tepat, sesuai dengan pembaca yang dituju;
g.      mengupayakan ide-ide atau informasi utama didukung secara jelas oleh ide-ide atau informasi tambahan;
h.      mengupayakan terciptanya paragraf dan keseluruhan tulisan koheren sehingga pembaca mudah mengikuti jalan pikiran atau informasi yang disajikan;
i.    membuat dugaan seberapa banyak pengetahuan yang dimiliki oleh pembaca sasaran mengenai subjek yang ditulis dan membuat asumsi mengenai hal-hal yang belum mereka ketahui dan penting untuk ditulis.

Sumber:
Sunarti & Anggraini, D. (2009). Keterampilan Berbahasa Indonesia: Bahan Ajar Mata Kuliah Bahasa Indonesia 3. Yogyakarta: Universitas PGRI Yogyakarta.
Tarigan, H.G. (2008). Menyimak sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Tarigan, H.G. (2008). Berbicara sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Tarigan, H.G. (2008). Membaca sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Tarigan, H.G. (2008). Menulis sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.





0 Comments

Posting Komentar

Copyright © 2009 Dewi_is blog All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.